Monday, March 7, 2011

Stratifikasi Sosial

Stratifikasi Sosial

Stratifikasi sosial adalah pembedaan individu ke dalam statu social yang berbeda.

Macam-macam stratifikasi sosial:
1. Status yang diperoleh secara alami:
a.Perbedaan usia (ex: anggota yg lebih tua memiliki status sosial yg lebih tinggi)
b.Senioritas (ex: kelompok/individu yg memiliki pengalaman tertentu status sosialnya lebih tinggi)
c.Jenis kelamin (ex: pria dianggap selalu pemimpin, hal ini dipengaruhi oleh tradhisi)
d.Sistem kekerabatan (ex: pembedaan hak dan kewajiban ayah, ibu dan anak)
e.Keanggotaan berdasarkan kelompok tertentu (ex: agama, warna kulit tertentu bias menempati status sosial yg lebih tinggi)
2.Status yg diperoleh secara usaha:
a.Pendidikan (sangat mempengaruhi status sosial yg akan didapatkan)
b.Pekerjaan
c.Ekonomi (pembedaan kelas sosial didasarkan penghasilan/kekayaan yg dimiliki)

Faktor-faktor yg mempengaruhi stratifikasi sosial:
1.Kekayaan: kekayaan itu bekaitan dengan penghasilan yg tinggi yg menempati lapisan sosial yg lebih tinggi.
2.Kekuasaan: kekuasaan berkaitan dengan kesempatam individu menjadi pemimpin makan dengan sendirinya melalui kekuasaan pemimpin memiliki wewenang dan menenmpati lapisan sosial yg lebih tinggi.
3.Kehormatan: diperoleh melalui kelahiran maka melalui kelahiran/keturunan tersebut mereka sangat dihormati dan menempati kelas sosila yg tinggi.
4.Pendidikan: tingkat pendidikan dapat mempengaruhi individu untuk memnempati kelas sosial tertentu.

Sifat-sifat stratifikasi sosial:
1.Stratifikasi sosial terbuka : seseorang memiliki kesempatan untuk pindah ke kelas sosial tertentu.
Faktor-faktor yg mempengaruhi:
a.Karena pembagian tugas
b.Kelangkaan hak dan kewajiban

contoh gambar stratifikasi terbuka



2.Stratifikasi sosila tertutup: kedudukan seseorang sudah ditentukan berdasarkan kelahiran dan keturunan (tidak mendapat kesempatan pindah kelas).
Contoh: kasta dalam agama hindhu, sitem feodal (raja, bangsawan, ksatria, petani).


Bentuk-bentuk stratifikasi sosial:
1.Sistem kasta: kasta merupakan jenis lapisan sosial masyarakat kuno India, setiap lapisannya saling membatasi karena dasarnya keturunan/kelahiran.
Ciri-ciri:
•Diperoleh karena warisan atau kelahiran.
•Berlaku seumur hidup.
•Perkawinnya endogamy (kasta yg sama).
•Memiliki keunikan nama kasta/identifikasi anggota kasta.
•Prestise/kehormatan yg dimiliki kasta, benar-benar dijaga dan diperhatikan.






2.Sistem kelas sosial: status sosial individu yg dipereoleh berdasarkan usaha.
Contoh: presiden
3.Sistem feodal: sitem politik yg memberikan hak istimewa bagi kelompok bangsawan yg berkaitan dengan sitem pertanahan.
4.Sitem aphartheid: pembedaan kelas sosial berdasarkan wrna kulit atau ras tertentu.

Fungsi stratifikasi sosial:
1.Memberikan motivasi manusia untuk menempati status sosial tertentu.
2.Usaha untuk mempertahankan kelas sosial yg telah dicapai.
3.Memberikan fasilitas hidup tertentu.
4.Membentuk gaya dan tingkah laku hidup yg ada.
5.Menyediakan kebutuhan yg nyata di masyarakat.

Bidang-bidang stratifikasi sosial:
1.Di bidang ekonomi: pembedaan masyarakat dilihat dari kepemilikan harta.


Keterangan:
1.Golongan atas/sangat kaya: dapat mencukupi kebutuhan lebih dari primer.
2.Golongan menengah/kaya: dapat mencukupi kebutuhan primer.
3.Golongan miskin/bawah: tidak dapat mencukupi kebutuhan primer.







Keterangan:
1.Elit: meliputi orang-orang kaya dan yg menempati kedudukan /pekerjaan oleh masyarakat sangat dihargai.
2.Profesional: meliputi orang-orang yg berijazah dan bergelar serta orang-orang dari dunia perdagangan yg berhasil.
3.Semi profesional: meliputipara pegawai kantor, pedagang teknisi yg berpendidikan menengah dan mereka yg tidak bergelar.
4.Skill: meliputi orang-orang yg mempunyai ketrampilan mekanis, teknisi dan kapster.
5.Semi skill: meliputi pekerja pabrik tanpa ketrampilan, supir, pelayan.
6.Unskill: meliputi pramuwisma, tukang kebun, pasukan kuning (pegawai kebersihan jalan).

2.Di bidang politik: pembedaan kelas sosial berdasarkan kekuasaan/wewenang yg dimiliki.


Keterangan:
1.Pejabat eksekutif: presiden
2.Pejabat legislatif
3.Pejabat yudikatif
4.Pejabat daerah
5.Pejabat desa: kades, lurah





3.Di bidang sosial: pelapisan sosial dilihat dari status, prestise atau gengsi.
Contoh: pembagian wangsa di Bali.


No comments:

Post a Comment